15 Feb 2018

Kisah Nyata Romeo dan Juliet dalam Spionase

CIA melalui akun Twitternya menggunakan Hari Valentine yang jatuh pada hari rabu kemarin (14/02/2018), sebagai kesempatan untuk berbicara mengenai "seni asmara" yang biasa digunakan oleh para Spy Master untuk mendapatkan rahasia dari target mereka.

Sudah menjadi rahasia umum bahwa apapun akan dilakukan oleh para Spy Master dalam menjalankan misi mereka sebagai mata-mata dalam mengorek informasi penting dari target mereka. Salah satu tehnik yang lazim digunakan yaitu tehnik "seni asmara", dimana para agen Spy menggunakan metode menggoda korbannya dengan kecantikan dan ketampanan yang mereka miliki.

Berikut para Spy Master yang terkenal dengan tehnik "seni asmara" saat menjalankan misi rahasianya:

Mata Hari

mata hari
© CIA

Salah satu penggoda yang paling terkenal adalah Mata Hari, penari eksotik Belanda yang dihukum karena memata-matai orang-orang Jerman selama Perang Dunia I. Dia dituduh sebagai agen ganda saat menjadi intel dengan merayu para politisi dan perwira terkemuka Prancis. Dia diadili, dihukum dan dieksekusi pada tahun 1917.

Baca juga




Spy Romeo

Sebagian besar saat mendengar istilah "honey trap" atau "perangkap madu", orang akan berpikir itu adalah wanita. Namun sebenarnya pria juga telah digunakan sebagai "perangkap madu" dalam spionase. Misalnya, hal itu terjadi di Jerman Barat saat puncak Perang Dingin.

Orang Jerman Timur yang menjadi "Spy Romeo" terlibat hubungan dengan wanita-wanita Jerman Barat dan meyakinkan mereka untuk mendapatkan informasi rahasia pasca perang Jerman Barat.

Setelah perang dunia II banyak wanita Jerman Barat mengambil pekerjaan di bidang bisnis, pemerintahan, parlemen, militer, dan intel. Mereka sering memiliki akses terhadap rahasia yang sangat rahasia. Dengan demikian, para wanita itulah yang menjadi sasaran mata-mata pria Jerman Timur yang hanya tertarik pada satu hal yaitu informasi rahasia.

Para mata-mata pria inilah yang dijuluki "Spy Romeo". Romeo dilatih dalam spionase, diberi identitas palsu, dan dikirim ke Jerman Barat. Sesampai di sana, mereka mengidentifikasi siapa yang berpotensi menjadi "Juliet" mereka yang memiliki akses ke info yang mereka cari.

Mereka menciptakan kesempatan bertemu, memulai perselingkuhan, dan akhirnya meminta wanita tersebut untuk memberi mereka informasi rahasia.


Sedikitnya tercatat bahwa terdapat 40 wanita yang dituntut di Jerman Barat selama perang dingin karna terlibat spionase. Para wanita itu jatuh cinta dengan Romeo yang mendorong mereka untuk memata-matai "berkhianat" terhadap negara mereka sendiri.

Romeo diperingatkan untuk tidak menikahi Juliet mereka meskipun mereka benar-benar memiliki perasaan untuk Juliet. Sebab pihak berwenang Jerman Barat selalu melakukan penyelidikan latar belakang untuk mencegah siapa pun yang melakukan pernikahan dengan pegawai pemerintah yang memiliki akses terhadap materi rahasia.

Sementara banyak pula wanita menghentikan hubungan dengan Romeo ketika diminta untuk memata-matai. Mereka lebih memilih loyal terhadap negara ketimbang Romeo mereka.

Salah satu contoh lain Romeo dan Juliet dalam spionase pasca perang. Dimana mereka telah menjadi korban terkena panah asmara. Namun, banyak hati yang terluka, termasuk beberapa orang Romeo yang benar-benar mencintai Juliet mereka. Beberapa pasangan berani menanggung resiko menjalani permainan berbahaya yaitu jatuh cinta kemudian menikah dan memulai kehidupan baru.


Source: @CIA

Artikel Terkait

Kisah Nyata Romeo dan Juliet dalam Spionase
4/ 5
Oleh